Kereta II

Osman meluncur laju dengan Audi A5 hijau metaliknya. Dia kena cepat. Kalau terlambat, naya.

"Kau kat mana?" terdengar suara dari loudspeaker iPhone nya.
"Sabar lah, aku on the way niii,"

Kalau Melayu, rata-rata on the way  mereka memang tak boleh pakai, tapi disebabkan Osman dulu belajar di Jepun 2 tahun, hidup di sana dengan disiplin yang ketat, on the way nya boleh pakai. Dia memang on the way nak ke mamak. Mahu menonton bola, Arsenal lawan Everton.

"Jangan sembang sudehh," balas kawannya.
"Yelah, kau tunggu je situ," ujar Osman.

***

Osman tiba di mamak. Diikuti Marzuki di belakang baru lepas memarkir motosikalnya.

"Anney, teh O ais satu! Taruk limau," jerit Osman.

Gusdur pelik,

"Kok bisa aja diordernya teh O ais limo, mau lagi disulit-sulitin,"

Osman mencucuh rokok Marlboro sebatang tanpa memberi sebarang reaksi kepada Gusdur; malas. Gusdur memang kuat mengomen. Itu semua orang tahu, tapi korang baru tahu kan? Ok tak apa.

"Man, kau dari mana? Kemeja tie semua siap,"
"Kerja lahhh mana lagi,"
"Dah tu apsal datang dengan Marzuki? Audi baru kau mana?" tanya Amin penuh semangat.

Osman menghirup air sambil menjentik puntung rokok ke tepi. Lalu disambarnya paip shisha dari tangan Marzuki. Dia tarik. Hembus.

Bak kata pepatah, sayangkan bini tinggal-tinggalkan.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

I know some of you got no blogger account, but at least jangan lah guna nama Anonymous, susah aku nak refer nanti. Think of a name okay? Thanks! :D